Foto

Kamis, 22 Januari 2015

Cerita Pagi Hari



Tiada kata yang patut ku ucapkan pagi ini selain rasa syukur kepada Allah SWT karena masih di beri kesempatan untuk melihat matahari terbit namun ada asa sdih di benakku karena belum pasti bisa melihat matahari terbenam nanti. Tapi apa pun itu aku tetap mensyukuri nikmat Allah yang telah diberikannya untukku, seperti saat ini Allah menciptakan DIA untukku.

        Seperti hari kemarin aku masih belum bisa move on dari tempat tidur tatkala matahari sudah menyapaku sedari tadi dengan sinarnya yang begitu cerah. Dua hari aku free kuliah namun aku memutuskan hanya tinggal di rumah menyelesaikan tugas-tugas kuliah yang masih numpuk tapi untuk hari kedua libur ini aku ingin keluar refreeshing sejenak mumpung ada sepupu yang lagi berbaik hati ingin traktir dan seperti biasa aku selalu minta izin terlebih dulu sama DIA namun sampai aku menulis ini, DIA sama sekali belum balas BBMku bahkan di read pun tidak, aku masih bingung apakah DIA mengizinkan atau tidak.

           Di saat fikiranku yang masih bertanya-tanya apakah aku dapat izin dari DIA atau tidak, tiba-tiba aku kefikiran sama keluargaku yang awalan namanya huruf “F” seperti DIA yang awalan huruf namanya juga “F”. Dalam benaku berkata semoga aja nantinya DIA juga menjadi bagian dari keluargaku yang punya awalan nama huruf “F”, amin.

            Selain itu ada sejuta kebetulan terjadi yang membuatku selalu berkata “dunia ini tak seleb ar daun kelor”, mulai dari yang pertama sepupunya ternyata temannya sahabatku, kedua sepupuku ternyata teman DIA, dan yang ketiga baru aku ketahui tadi malam saat aku jadikan fhotonya DP BBM, tiba-tiba ada salah satu temanku yang BM minta fhoto keluaganya.

aku bertanya “untuk apa ?”



“fitri”

“hahahaha”



“kenapaikah ???”



“sya yg bertax, ka q blng kyak q knl in org, terxta memang, ka dirumhxka dlu tinggal wktuq paskib”



“masa ? hahaha, kapan ? jadi kenalki ini sama kk Ancha ?



“iyyyo, hahaha, q knl mukaji”



            Perbincangan lewat BBM itu berlangsung cukup lama. Ternyata ada-ada saja orang disekitarku yang berhubungan dnegan DIA. Apakah ini rencana yang diatas kalau kami memang berjodoh ? entahlah, itu masih rahasia-Nya, meskipun aku sebenarnya sangat berharap.

            Dan saat ini ketika sudah satu bulan lebih kami belum pernah ketemu, untung aku sudah terbiasa nggak ketemu, aku sudah terbiasa ditinggal meskipun terkadang aku harus menumpahan rasa kangen itu dengan menangis, tapi harus bagaimana lagi hanya dengan menangis membuat rasa kangenku sedikit demi sedikit bisa teratasi. Ini belum seberapa untukku, karena sebelumnya saat awal jadian baru jadian udah di tinggal, satu minggu jadian baru ketemu lagi, namun setelah itu nggak ada pertemuan lagi selama kurang lebih 2 bulan.

             Sering kali irih sama teman-temanku yang pacarnya selalu ada dan ketemuan, namununtuk apa juga sering ketemuan kalau hubungan nggak sehat, mending jarang ketemuan tapi tetap langgeng.  Tapi aku tetap positive thingking kalau ini adalah rencana-Nya, mungkin rencana Tuhan saat ini kami memang jarang bertemu namun rencana indahnya yaitu adalah mempertemukan kita nanti setiap hari. Hahaha lagi-lagi aku terlalu berharap, berharap menjadi teman hidupnya yang akan selalu ada untuk DIA baik susah maupun duka. Dan ini bagiku juga uji kesabaran, iya uji kesabaran yang sangat keren menurutku. Karena aku orangnnya nggak sabaran sms atau BBM nggak di balas aja tandukku bisa naik, tapi untuk DIA aku harus benar-benar extra sabar, aku ngga boleh gegabah dalam mengambil keputusan dan marah-marah nggak jelas ketika DIA nggak ngabarin,  aku bukan anak kecil lagi yang selalu ambil keputusan tanpa mempertimbangkannya terlebih dahulu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar