Hhmm, seperti tulisan-tulisan yang sebelumnya, aku bingung entah memulai dari menceritakan orang yang akan menjadi topik dalam cerita ini……
Mungkin begini yahh bagusnya pada suatu hari di kala matahari sudah berada di peraduannya saat itu ada kasting di salah satu ruang kelas di gedung iqra…….
Jelek jelek jelek…..
mungkin yang bagusnya begini, terima kasih Tuhan untuk nikmat yang engkau berikan sampai sore ini sehingga aku masih bisa menikmati senja yang bigitu indah sampai terbenamnya matahari dan aku masih bisa melakukan aktifitas seperti biasanya, namun hari ini ada hal yang berbeda karena ada casting film yang harus dilakukan padahal mood aku lagi sangat tidak bagus dan sama sekali tidak ingin melakukan sesuatun hal kecuali latihan drama tapi karena harus, jadi yaaaaahhhhhhhhh, harus bagaimana lagi…….
Ok aku harus professional…
Satu hal dalam benakku kali ini yahh semoga aja sutradarannya seasyik sutradara dramanya, kalau nggak asyik, doaku Cuma satu semoga nggak dapat peran apa-apa, amin. Tapi, kata teman-temanku sih baik, nggak tau tuh kalau cuman sama yang di kenalnya doang baikk….
Saat masih bergulat dengan pikiranku yang bertanya-tanya bagaimana sutradara filmnya, apakah nggak kalah baik dengan sutradara dramanya, tiba-tiba sutradara filmnya datang dengan seseorang yang aku nggak tau siapanya, temannya, asistennya atau jangan-jangan pembantunya, hahahahahah
Entahlah, aagghhh nggak penting mau apanya kek, kakeknya, neneknya atau apanya yang mau dia bawa itukan urusan sutradaranya. TAPI ada sejuta tapi dalam benakku saat itu, ini cowok yang di temani kak Didink sumpah sama sekali membuatku nggak berminat mengenalnya, nggak bersahabat banget mukanya, nggak ada senyumnya kayak mau makan orang aja, hhhmm jangan-jangan memang pemakan orang, hahahahaha
Kasting selesai dan pengumuman pemerannya paling lambat 2 hari ke depan, dan yakin aku sama sekali nggak dapat peran, amin.
2 hari kemudian aku sama teman-temanku makan di depan Roehmansa dan kata kak Didink selesai makan singgah Roehmansa dulu untuk ambil hasil casting dan saat itu masih ada beberapa peran yang belum di tentukan, alhasil saat itu mau tidak mau aku dapat peran karena maunya teman-emanku, baiklah aku terima meskipun sebenarnya aku nggak ikhlas tapi yah harus mau bagaimana lagi itu maunya mereka…
Beberapa hari kemudian tiba giliranku syuting dan ada hal yang paling membuatku heran karena syutingnya nggak sesuai dengan naskahnya, hhmmm entah siapa yang salah di sini karena yang di naskah aku syutingnya di pelabuhan tapi pas syuting ekh malah di bandara syutingnya, hahahhaa..
Hari itu seperti biasa ngarettttttttttttt karena pemeran utamanya yang lamaaaa banget baru datangnya, dan ternyata syuting hari itu bukan kak Didink yang ambil gambar tapi kakak yang di temani kak Didink waktu kasting dulu, yakin dan percaya syutingnya nggak asyik karena cowok somsek itu yang ambil gambar, garing dehh hariku hari ini.
Tapi dengar dari cerita anak-anak yang lain sih katanya dia asyik kok, entahlah kita liat saja nanti bagaimana….
Kesan pertama pas di mobil, wihh dia langsung pakai kaca mata hitamnya, wow keren, aku suka gayanya tapi sayang aku nggak suka dianya yang terlalu pendiam, nggak suka senyum, jutek !!!
Dan satu hal untuk kakak yang satu ini, aku nggak tau namanya, hahahhahahahahaahahahahahahahaha.
Ternyata ada sejuta ternyata yang terjadi setelah selesai syuting hari ini, ternyata kakak yang slama ini aku anggap jutek, sombong, pokoknya semua yang jelek-jelek ada di kakak ini ternyata berbanding terbalik. Ternyata kakak yang masih belum aku tau namanya itu baik banget, gokil, asyik di temani ngobrol dan yang pastinya nymbung di temani ngombrol, maaf kakak aku sudah berprasangka yang tidak-tidak sama kita (maaf nggak sempat minta maaf langsung, tapi malah minta maaf lewat tulisan ini, Fitri janji deh kalau ketemu aku minta maaf).
Oh iyya ada satu hal yang perlu kalian ketahui ROEHMANSA itu singkatan dari ROEMAH MEDIA N SINEMA, keren kan ? sekeren kakak-kakak yang ada di dalamnya meskipun ada satu orang yang sempat aku nggak suka, yahh, tapi itukan pas kesan pertama doang, hehehe.
Dan asal kalian tau yah, demi apa ??? kakak yang tadinya paling aku nggak suka malah jadi kakak yang paling aku akrapi sekarang, kakak yang pasti selalu jegkel tiap kali ketemu aku karena cerewetku minta ampun, dan yang membuatku heran sejak kapan yahh aku mulai akrab dengan kakak ini.
Kakak aweb ini kakak yang orangya asyik banget, hobby bilang “To malasaa”, semua orang di bilangi to malasa, dia itu tempat curhat dan penghibur aku kalau lagi galau, aku suka menyebutnya “MUTIARA DALAM LUMPUR” karena paling bisa menghiburku pas lagi galau meskipun hiburannya terkadang nggak membuat tersenyum seperti senyumnya matahari teletubies.
sebenarnya istilah mutiara dalam lumpur itu dia sendiri yang bilang, katanya itu bahasa halusnya pangeran dari got, hehehehe, karen dia pangeranku yang dari got yang selalu datang menghiburku di saat gggaaaaaalllllllaaaaaaauuuuu..
Dan yang paling aku suka dari mutiara dalam lumpur itu karena dia orangnya blak-blakkan, mungkin apa pun yang aneh-aneh yang dia liat dalam diri seseorang pasti dia bilang, dasar to malasaaa, hahaha..
Betapa beruntungnya pacarnya kakak Aweb punya pacar kayak dia tapi aku nggak kalah beruntungnya bisa punya kakak kayak dia. Jadi pengen punya saudara kandung cowok tapi sayang aku sudah lahir duluan.
Yyaaaahhhh…….
mom bikinin saudara cowok dong (asal kalian tau aja yah argumenku ini pernah aku keluarin di depan mama aku, da nasal kalian tau jawabannya gini “kayaknya cukup kalian bertiga aja deh, kalian bertiga aja pusingnya minta ampun apa lagi tambah satu cowok) hhuuuffttt, urungkan niat punya saudara laki-laki -____________-“
ok kembali ke pembahasan mutiara dalam bantal, pernah suatu malam pas lagi galau-galaunya saat mau ikut DAD yang selama 6 malam 5 hari tanpa Hanphone dan tidak mandi, kayak hidup di jaman batu gitu…
seperti biasa dia selalu menghiburku. Aku chat dia di BBM bilang begini “kakak tidak sanggupku ku rasa”
“kenapaki adekku syg?”
“knpki tdk sanggup dek?”
Kak ku bayangkjan idak mandi, tidur jarang, wihhhh x_x
“ooohhhh..DAD..haha”
“santai saja laah”
Bagh santai sekalii jeka ini kak
“apanya palee mu piker?”
Tidak mandinya ku piker kak.
“ii deeedee..tahan lalomii”
Iyya kak =’)
“ok..sdh siap”
Sipa tidak siap mesti siap meka kak
“ok..begitu donk”
Iyye kak
“Knp pale belum tidur?”
Mau di bacakan dongeng sama kakak Aweb baru mau tidur.
Hahahaha
Tidak bisaka tidur kak
Kita kenapa belum tidurki kak???
“ :* “
“dongeng apa ta suka?”
Sembarang kak, yang jelasnya menghibur dan bisa bikin tidur kak
“pada suatu hari saya mengenal seorng wanita kecil panjang rambutnya, dia orgnya cerewet, manja, cantik, tidak alay, pemberani, cerdas dan tdk makan sabun. Setiap harisukanya galau melulu tak jelas, entahlah dia pikirkan pcrnya, keluarganya, temannya dan sayalah..?.. yang jelasnya dia ituu memang sifatnya begitu tpi hatinya baik dan pelit.. maaf, namanya fitri punya saudara kembar bede namanya fitra..hehehe… dia suka sekali makan es krim yang harga 2 ribu rupiah harganya.hahahaa… tomalasaaa…dan ceribel… satu yg sya suka dari dia yaituu, selalu dia doakan saya disaat saya mau tidurr… ciieeee….akuu jadi malluuuuu....hahhaa pliisss”
Hahahahaahahhahahaahhahahahahahahahahahahahha, kakak aweb kakak aweb, bisa-bisanya dia pynya cerpen begitu, saat itu aku sampai sakit perut bacanya, cerpennya keren, makasih kakak ({})
Dan selama DAD aku benar-benar kesepian, hampa tanpa handphone………
Dan tiba hari di mana adalah hari yang paling di tunggu-tunggu karena akhirnya aku sudah selesai DAN yang sering disebut dengan istilah penjara suci…
Seperti hari biasa semua kembali seperti semula, rutinitas perkuliahan dan bergelut dengan tugas-tugas dan itulah yang terjadi hari ini, tidak ada lagilatihan drama dan aktifitas lainnya yang membuat kami sok sibuk…’
Hari ini seperti biasa pulang kuliah, makan, dan tidur siang sampai puas, dan katanya kak Aweb mau datan tapi entah karena dari tadi siang aku tunnggu tapi biar kabarnya jadi datang atau tidak tidak ada juga, sampai-sampai aku jengkel, aku paling nggak suka yang nggak ada kabarnya, tidak tau ke mana menghilang tanpa jejak.
Tapi semua itu berubah saat aku tidak mengharapkan lagi kedatangannya tiba-tiba dia datang dengan muka bantalnya, hahaha, sumpah tiap kali liat manusia satu ini pasti bawaannya pengen ketawa, hahaha, sekali lagi maaf kakak Aweb suka kurang ajar sama kita…
Dan satu hal yang pasti yang aku ingin katakan untuk kakak Aweb terima kasih kak sudah menjadi pendengar setiaku, mendengar semua cerita-cerita tidak pentingku, mendengar ocehan-ocehanku yang selalu memekakkan telinga..
Beruntungnya diriku punya kakak se[erti kita, dan kita akan menjadi cerita tersendiri dalam lembar buku kehidupanku dan nanti pasti aku akan ceritakan ke semua orang kalau Fitri punya Mutiara Dalam Lumpur yang tidak ada samanya deh dan yakin hanya Fitri yang punya, hehehehe
NUR FITRIANI