Senin, 11 Agustus 2014 sore itu di depan villa yuliana salah satu peninggalan Belanda suasananya sangat menyenangkan di temani dengan hembusan angin sambil di suguhi indahnya pemandangan sore kota soppeng, masih teringat jelas susana saat itu, saat DIA menggenggam tanganku sambil mengatakan “ku sayangki, mauki jadi pacarku ?”, awalnya sempat ngga percaya dengan kata-kata itu, apa aku hanya mimpi ? tapi ternyata itu tidak. Saat itu aku ngga langsung menjawab “iiyya, mauka” tapi hanya mengatakan “tidak kak”, sejenak DIA diam, mungkin mencerna kata-kataku, tapi aku langsung melanjutkan kata-kataku mengatakan “tidak untuk menolak kak”, hehehehe, J maaf sayangku, membuatmu srtess gara-gara jawabanku, mana mungkin aku menolakmu, tidak mungkinlah, sudah sekian lama PDKT baru ujung-ujungnya ngga terima kamu, itu sama saja menolak rejeki yang diberikan Tuhan untukku !!!
Akhirnya
AKU dan KAMU menjadi KITA. Sekarang KITA itu adalah satu, sekarang
KITAstatusnya pacaran bukan hanya ADIK KAKAK, rasanya aku adalah orang yanga
paling beruntung bisa memiliki DIA, terima kasih Tuhan engakau mengizinkan aku
menjalin hubungn dengan DIA, sempat berfikir untuk menolaknya karena rasanya
aku nggak pantas untuk DIA, DIA terlalu sempurna untuk aku, meskipun
kesempurnaan itu hanya milik-Nya tapi bagiku DIA sudah sempurna, sedangkan aku
? aku sangat jauh dari kata sempurna itu, ibarat sesuatu DIA itu emas sedangkan
aku hanyalah perak yang berharap untuk menjadi emas.
Seperti
biasa setelah pulang dari ketemu sama DIA, komunikasi berlanjut di sms, saat
itu aku sms DIA mengatakan “senangku
hari ini sayangku”
“sama djie sayangku.. stelah
sekian lama.. akhr.a bsa ketemu dan resmi pcaran.. :* “
“hehehe, iyye sayangku, selamat
tinggal jomblo”
“hehehe.. apa itu jomblo
sayangku? Bsa dmakan kah? Hehe..
Hhhmmm mentang-mentang sudah jadian sudah
nggak kenal aja tuh yang namanya JOMBLO !!!
Semenjak
pacaran dengan DIA, rasanya hari-hariku semakin berubah sekarang semuanya
menjadi indah, setiap hari DIA selalu bisa membuatku tersenyum, sekarang
curhatanku ke Fitra topiknya cuma satu yaitu DIA, DIA dan DIA, tiada hari ku
lalui tanpa bercerita sama Fitra tentang Dia, bukan cuma curhat dengan Fitra,
di sahabatku pun rasanya tiada hari aku lalui tanpa bercerita tentang DIA dan
saat itu pun aku putuskan untuk menghapus semua nomor yang nggak penting dari
kontakku, nomor yang bisa membuatnya salah paham kalau DIA melihatnya, aku ngga
mau nantinya hanya gara-gara teman-teman cowokku DIA bisa salah paham, aku
nggak mau ngecewain dia.
Di
awal kami pacaran kami sudah dapat ujian, kami harus LDR, meskipun kami hanya
terpisahkan untuk 3 bulan ke depan tapi rasanya sangat sulit berjauhan dengan
orang yang di sayang, pasti sangat sulit menahan sakitnya merindu, merindukan
orang yang kita sayang. Sebenarnya sih bisa di bilang bukan LDR karena ngga
sampai DIA di Jakarta terus aku di Makassar, hanya saja DIA di Maros sedangkan
aku di Makassar, masih daerah SUL-SEL sihh tapi pasti nanti DIA akan sibuk
dengan kegiatan KKNnya dan yakin ngga bakalan sempat untuk nyamperin aku L
Setelah
seminggu lebih kami pacaran, kami baru kembali di pertemukan, DIA nyempat-nyempatkan
untuk ke Makassar hanya untuk aku, terima kasih sayangku J date pertama, rasanya senang banget, nggak mau
malam ini cepat berlalu, hanya ingin bersama DIA terus, dan untuk pertama
kalinya aku keluar sama cowok sampai jam 12 malam, rekor baru dalam hidupku !!!
Nyesek,
hal itu yang ku rasakan sekarang, aku paling nggak bisa menahan yang namanya
kangen dengan orang apa lagi orang itu adalah orang yang aku sayang, rasanga
ingin teriak sekencang mungkin agar semua orang tau kalau aku lagi kangeng
dengan DIA, bahkan sampai-sampai aku terbawa mimpi selama dua hari
berturut-turut, andaikan mimpi itu kenyataan, betepa senangnya aku, tapi aku
sudah sangat senang kok sudah ketemu dengan DIA, meskipun itu hanya lewat
mimpi.
Kali
ini aku nggak mau terlalu larut daalm perasaanku, bukannya ngga mau berharap
DIA adalah jodohlu tapi aku hanya ingin menjalaninya saja, mengikuti alur
skenario yang di susun rapi oleh yang diatas, aku nggak mau mendahului takdir, meskipun
sebenarnya aku sangat berharap kelak DIAlah jodohku, DIAlah iman dalam setiap
sujudku, DIAlah yang akan menemaniku mengahabiskan sisa hiduppku, DIAlah ayah
dari anak-anakku. Aku nggak mau menjadikan dia seperti pasir dalam genggamannku
yang semakin ku genggam akan keluar lewat sela-sela jariku, namaun aku hanya
igin menjadiikannya balon seperti yang ada dalam lagu balonku, yang sudah
meletus satu tinggal empat, aku hanya igin memegangnya tapi tidak secara erat namun
tetap menjaganya dan selau tetap membahagiakannya agar tidak ada cewek lain
yang bisa mengambilnya dari aku.
Hal
yang sangat membuatku merasa gagal menjadi pacar yang baik saat membuatnya
kecewa karena diriku sendiri, sudah jelas-jelas dia tidak suka kalau aku bahas
tentang temannya tapi masih aja aku suka ngebahasnya, rasanya aku telah gagal menjadi
pacar yang baik untik dia, aku semakin merasa aku nggak pantas untuk dia. Semalaman
DIA nggak ngebalas smsku waktu itu, rasanya aku sangat sterss di buatnya
sampai-sampai aku nggak tidur semalaman, keesokan paginya DIA baru balas smsku
bilang “mbb sayang.. bkan.a dje marahka sayang..
tpi lain2 krasa klo slalu disbut itu sayang.. kyk cmbruka kurasa sayang.. kyk
mshqta sayangi sayang.. L
“, maaf sejuta
maaf sayangku, saya sama sekali tidak sayang lagi sama itu,melainkan saya hanya
jadikan itu jadi bahan tertawaanku karena entah kenapa setiap kali ngebahas
orang itu pasti selalu saja menggodaku untuk tertawa.
Bukan
cuma sekali itu saja aku mengecewakan DIA melainkan saat aku tanya DIA
kata-katanya salah satu mantanku yang bilang “janganki kecewakan Fitriiy,
karena kalau sampai Fitriiy kecewa akan ada itu orang yang cariki” kurang lebih
seperti itulah kata-katanya, aku juga sidah lupa-lupa ingat, saat itu DIA juga marah
smapai sampai ada beberapa smsnya yang nggak paakai kata “sayangku”, rasanya
sangat menyesal waktu itu, tapi nggak ada yang perlu di sesali, itu semuanya
sudah rencana yang diatas.
Semenjak
kejadian itu rasanya aku sudah kehilangan DIA yang dulu, DIA yang ucapan met
bobonya tidak pernah telat, DIA yang ucapan met paginya tidak pernag telat, DIA
yang smsnya kalau nggak di balas pasti selalu sms “manaki sayangku
***
Malam
ini cukup membosankan, nggak ada yang asyik
untuk di lakukan mau nonton nggak ada acara tv yang asyik, mau baca novel nggak
ada novel terbaru, mau kerja tugas belum ada tugas dosen pun baru satu dua tiga
yang masuk. Setelah cukup lama dan sudah
sangat bosan di kamar aku iseng buka facebook dan twitter, niat awal sih mau ngekepoin
pacarnya temanku yang asli pamernya minta ampun, tapi itu ngga jadi karena aku
langsung tertarik deangan akun milik DIA, aku iseng buka-buka profilnya terus
baca tuh status-statusnya di FB atau pun di Twitter, begitu pun debngan
foto-fotonya, aku ngelaitinnya sampai puas. Saat iru tanduk merahku sempat naik
karena ngeliat fotonya berduaan sama cewek, tapi aku tetap positive thinking
kalau dewek itu adalah temannya, aku percaya kok sama DIA, meskipun sebenarnnya
dalam hati kecil ini sering bertanya-tanya DIA serius nggak sama aku, DIA benar
tulus nggak sama aku ?, aku sering bertanya-tanya seperti itu karena aku merasa
DIA menutup-nutupi hubungan ini sama semua orang-orang yang ada di sekitarnya,
seperti saat jalan sama DIA saat itu, waktu itu orang tuanya nelfon, seperti
biasa orang tua kalau nelfon selalu mengingatkan anaknya supaya jangan nakal,
apa lagi dalam menjalin hubungan dengan lawan jenis, saat itu Mamanya bilang “Janganki
pacari anaknya orang, masih SMA itu”, dengan PeDenya DIA bilang “tenang meki ma’,
tidak bakalanji karena adami pacaraku”
“siapa ?
Siti ?”
“bukan,
siapa itu?”
pura-pura nggak tau lagi padahal mantan sendiri.
pura-pura nggak tau lagi padahal mantan sendiri.
“siapa
pale nak, kuliah ji juga ?
“iyye,
kuliah ji juga”
“siapa
namanya, di manai kuliah?”
“jangan
meki dulu taui, cukupmi itu saja dulu kita tau, nanti ku ceritakanki kalau
adaka di Soppeng”
Perdebatan
yang lucu anrata anak dan ibu hanya gara-gara ibu yang mau sekali tau siapa
pacar anaknya.
Dalam benakku
bertanya-tanya, kenapa sih DIA nggak mau jujur sama Mamanya, sudah syukur
mamanya mau tau, tapi mungkin DIA punya alasan sendiri kenapa DIA nggak mau
tanya Mamanya siapa pacarnya sekarang, nggak apa-apa aku paham kok.
Bukan Cuma
hal itu yang membuatku yakin kalau DIA menyembunyikan hubungan ini. Saat itu
pas aku lagi telfonan sama DIA tiba-tiba ada temannya bertanya “ lagi ngapainko
di situ?”
“menelfonka”
“sama
siapa? Macemu?
“bukanlah,
bisanya itu menjauhka kalau maceku menelfon”
Ha ?
menjauh ? berarti DIA menjauh dong dari teman-temannya kalau lagi telfonan sama
aku, kenapa ? kenapa mesti menjauh ? malu di tau kalau sudah punya pacar ?
takut ketahuan kalau sudah punya pacar? Hhhmmm, mungkin dua-duanya benar, malu sama
teman-temannya kalau mereka sampai tau pacarnya DIA itu ngga cantik, nggak
seperti cewek-cewek yang ada di kampusnya. Takut, takut ketahuan sama
teman-temannya kalau dia sudah punya pacar apa lagi untuk temannya yanga satu
itu, pasti DIA takut kalau itu temannya tau, pasti temnnya akan bialang begini “bodoh
banget sih loh, kayak nggak ada cewek lain aja selain cewek itu”.
Sebenarnya
aku bersyukur kalau DIA nggak mau terbuka soal hubungan ini, soalnya aku juga
nggak suka suatu hubungan yang terlalu di umbar-umbar, kayak apa saja !!! iyya
sih aku bersyukur tapi yang bikin nggak enak itu di singgung di sosmed pun
nggak pernah, sebut inisial pun nggak pernah, hhhmmm, tapi mungkin cara dia
memang begitu nggak perlu di umbar di sosmed mana pun yang penting di dunia
nyata kita jalani, meskipun sebenarnya aku sangat berharap, tapi nggak apa-apa,
aku ngerti kalau kamu memang belum siap terbuka sama siapa pun nggak apa-apa
yang jelasnya aku sekarang memilikmu.
Sebenarnya
aku sanagt ingin memninta maaf sama DIA, kalau selama ini aku sering berkicau
di sosmed dan mencantumkan inisialmu, bahkan terkadang menyebut nama
panggilanmu, tapi aku yakin orang-orang terdekatmu pasti nggak akan ada yang
curiga karena aku yakin masih banyak nama yang sama dengan namamu.
Maaf kalau
aku sering up date dan mencantumkan inisialmu ataupun namamu, akau Cuma ingin
semua tau kalau aku punya kamu, agar mereka nggak selalu mengangguku lagi
dengan hanya sekedar bertanya “adami pacarta?” atau bilang “siapa pacarta?”,
supaya mereka percaya kalau aku punya pacar, kalau aku sekarang sudah jadi
milik orang lagi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar