Foto

Sabtu, 25 Oktober 2014

KITA



Senin, 11 Agustus 2014 sore itu di depan villa yuliana salah satu peninggalan Belanda suasananya sangat menyenangkan di temani dengan hembusan angin sambil di suguhi indahnya pemandangan  sore kota soppeng, masih teringat jelas susana saat itu, saat DIA menggenggam tanganku sambil mengatakan  “ku sayangki, mauki jadi pacarku ?”, awalnya sempat ngga percaya dengan kata-kata itu, apa aku hanya mimpi ? tapi ternyata itu tidak. Saat itu aku ngga langsung menjawab “iiyya, mauka” tapi hanya mengatakan “tidak kak”, sejenak DIA diam, mungkin mencerna kata-kataku, tapi aku langsung melanjutkan kata-kataku mengatakan “tidak untuk menolak kak”, hehehehe, J maaf sayangku, membuatmu srtess gara-gara jawabanku, mana mungkin aku menolakmu, tidak mungkinlah, sudah sekian lama PDKT baru ujung-ujungnya ngga terima kamu, itu sama saja menolak rejeki yang diberikan Tuhan untukku !!!


Akhirnya AKU dan KAMU menjadi KITA. Sekarang KITA itu adalah satu, sekarang KITAstatusnya pacaran bukan hanya ADIK KAKAK, rasanya aku adalah orang yanga paling beruntung bisa memiliki DIA, terima kasih Tuhan engakau mengizinkan aku menjalin hubungn dengan DIA, sempat berfikir untuk menolaknya karena rasanya aku nggak pantas untuk DIA, DIA terlalu sempurna untuk aku, meskipun kesempurnaan itu hanya milik-Nya tapi bagiku DIA sudah sempurna, sedangkan aku ? aku sangat jauh dari kata sempurna itu, ibarat sesuatu DIA itu emas sedangkan aku hanyalah perak yang berharap untuk menjadi emas.

Seperti biasa setelah pulang dari ketemu sama DIA, komunikasi berlanjut di sms, saat itu aku sms DIA mengatakan “senangku hari ini sayangku”
“sama djie sayangku.. stelah sekian lama.. akhr.a bsa ketemu dan resmi pcaran.. :* “
“hehehe, iyye sayangku, selamat tinggal jomblo”
“hehehe.. apa itu jomblo sayangku? Bsa dmakan kah? Hehe..
 Hhhmmm mentang-mentang sudah jadian sudah nggak kenal aja tuh yang namanya JOMBLO !!!
Semenjak pacaran dengan DIA, rasanya hari-hariku semakin berubah sekarang semuanya menjadi indah, setiap hari DIA selalu bisa membuatku tersenyum, sekarang curhatanku ke Fitra topiknya cuma satu yaitu DIA, DIA dan DIA, tiada hari ku lalui tanpa bercerita sama Fitra tentang Dia, bukan cuma curhat dengan Fitra, di sahabatku pun rasanya tiada hari aku lalui tanpa bercerita tentang DIA dan saat itu pun aku putuskan untuk menghapus semua nomor yang nggak penting dari kontakku, nomor yang bisa membuatnya salah paham kalau DIA melihatnya, aku ngga mau nantinya hanya gara-gara teman-teman cowokku DIA bisa salah paham, aku nggak mau ngecewain dia.
Di awal kami pacaran kami sudah dapat ujian, kami harus LDR, meskipun kami hanya terpisahkan untuk 3 bulan ke depan tapi rasanya sangat sulit berjauhan dengan orang yang di sayang, pasti sangat sulit menahan sakitnya merindu, merindukan orang yang kita sayang. Sebenarnya sih bisa di bilang bukan LDR karena ngga sampai DIA di Jakarta terus aku di Makassar, hanya saja DIA di Maros sedangkan aku di Makassar, masih daerah SUL-SEL sihh tapi pasti nanti DIA akan sibuk dengan kegiatan KKNnya dan yakin ngga bakalan sempat untuk nyamperin aku L
Setelah seminggu lebih kami pacaran, kami baru kembali di pertemukan, DIA nyempat-nyempatkan untuk ke Makassar hanya untuk aku, terima kasih sayangku J date pertama, rasanya senang banget, nggak mau malam ini cepat berlalu, hanya ingin bersama DIA terus, dan untuk pertama kalinya aku keluar sama cowok sampai jam 12 malam, rekor baru dalam hidupku !!!
Nyesek, hal itu yang ku rasakan sekarang, aku paling nggak bisa menahan yang namanya kangen dengan orang apa lagi orang itu adalah orang yang aku sayang, rasanga ingin teriak sekencang mungkin agar semua orang tau kalau aku lagi kangeng dengan DIA, bahkan sampai-sampai aku terbawa mimpi selama dua hari berturut-turut, andaikan mimpi itu kenyataan, betepa senangnya aku, tapi aku sudah sangat senang kok sudah ketemu dengan DIA, meskipun itu hanya lewat mimpi.
Kali ini aku nggak mau terlalu larut daalm perasaanku, bukannya ngga mau berharap DIA adalah jodohlu tapi aku hanya ingin menjalaninya saja, mengikuti alur skenario yang di susun rapi oleh yang diatas, aku nggak mau mendahului takdir, meskipun sebenarnya aku sangat berharap kelak DIAlah jodohku, DIAlah iman dalam setiap sujudku, DIAlah yang akan menemaniku mengahabiskan sisa hiduppku, DIAlah ayah dari anak-anakku. Aku nggak mau menjadikan dia seperti pasir dalam genggamannku yang semakin ku genggam akan keluar lewat sela-sela jariku, namaun aku hanya igin menjadiikannya balon seperti yang ada dalam lagu balonku, yang sudah meletus satu tinggal empat, aku hanya igin memegangnya tapi tidak secara erat namun tetap menjaganya dan selau tetap membahagiakannya agar tidak ada cewek lain yang bisa mengambilnya dari aku.
Hal yang sangat membuatku merasa gagal menjadi pacar yang baik saat membuatnya kecewa karena diriku sendiri, sudah jelas-jelas dia tidak suka kalau aku bahas tentang temannya tapi masih aja aku suka ngebahasnya, rasanya aku telah gagal menjadi pacar yang baik untik dia, aku semakin merasa aku nggak pantas untuk dia. Semalaman DIA nggak ngebalas smsku waktu itu, rasanya aku sangat sterss di buatnya sampai-sampai aku nggak tidur semalaman, keesokan paginya DIA baru balas smsku bilang “mbb sayang.. bkan.a dje marahka sayang.. tpi lain2 krasa klo slalu disbut itu sayang.. kyk cmbruka kurasa sayang.. kyk mshqta sayangi sayang.. L, maaf sejuta maaf sayangku, saya sama sekali tidak sayang lagi sama itu,melainkan saya hanya jadikan itu jadi bahan tertawaanku karena entah kenapa setiap kali ngebahas orang itu pasti selalu saja menggodaku untuk tertawa.
Bukan cuma sekali itu saja aku mengecewakan DIA melainkan saat aku tanya DIA kata-katanya salah satu mantanku yang bilang “janganki kecewakan Fitriiy, karena kalau sampai Fitriiy kecewa akan ada itu orang yang cariki” kurang lebih seperti itulah kata-katanya, aku juga sidah lupa-lupa ingat, saat itu DIA juga marah smapai sampai ada beberapa smsnya yang nggak paakai kata “sayangku”, rasanya sangat menyesal waktu itu, tapi nggak ada yang perlu di sesali, itu semuanya sudah rencana yang diatas.
Semenjak kejadian itu rasanya aku sudah kehilangan DIA yang dulu, DIA yang ucapan met bobonya tidak pernah telat, DIA yang ucapan met paginya tidak pernag telat, DIA yang smsnya kalau nggak di balas pasti selalu sms “manaki sayangku
                                                                        ***
Malam ini cukup membosankan,  nggak ada yang asyik untuk di lakukan mau nonton nggak ada acara tv yang asyik, mau baca novel nggak ada novel terbaru, mau kerja tugas belum ada tugas dosen pun baru satu dua tiga yang masuk.  Setelah cukup lama dan sudah sangat bosan di kamar aku iseng buka facebook dan twitter, niat awal sih mau ngekepoin pacarnya temanku yang asli pamernya minta ampun, tapi itu ngga jadi karena aku langsung tertarik deangan akun milik DIA, aku iseng buka-buka profilnya terus baca tuh status-statusnya di FB atau pun di Twitter, begitu pun debngan foto-fotonya, aku ngelaitinnya sampai puas. Saat iru tanduk merahku sempat naik karena ngeliat fotonya berduaan sama cewek, tapi aku tetap positive thinking kalau dewek itu adalah temannya, aku percaya kok sama DIA, meskipun sebenarnnya dalam hati kecil ini sering bertanya-tanya DIA serius nggak sama aku, DIA benar tulus nggak sama aku ?, aku sering bertanya-tanya seperti itu karena aku merasa DIA menutup-nutupi hubungan ini sama semua orang-orang yang ada di sekitarnya, seperti saat jalan sama DIA saat itu, waktu itu orang tuanya nelfon, seperti biasa orang tua kalau nelfon selalu mengingatkan anaknya supaya jangan nakal, apa lagi dalam menjalin hubungan dengan lawan jenis, saat itu Mamanya bilang “Janganki pacari anaknya orang, masih SMA itu”, dengan PeDenya DIA bilang “tenang meki ma’, tidak bakalanji karena adami pacaraku”
“siapa ? Siti ?”
“bukan, siapa itu?”
pura-pura nggak tau lagi padahal mantan sendiri.
“siapa pale nak, kuliah ji juga ?
“iyye, kuliah ji juga”
“siapa namanya, di manai kuliah?”
“jangan meki dulu taui, cukupmi itu saja dulu kita tau, nanti ku ceritakanki kalau adaka di Soppeng”
Perdebatan yang lucu anrata anak dan ibu hanya gara-gara ibu yang mau sekali tau siapa pacar anaknya.
Dalam benakku bertanya-tanya, kenapa sih DIA nggak mau jujur sama Mamanya, sudah syukur mamanya mau tau, tapi mungkin DIA punya alasan sendiri kenapa DIA nggak mau tanya Mamanya siapa pacarnya sekarang, nggak apa-apa aku paham kok.
Bukan Cuma hal itu yang membuatku yakin kalau DIA menyembunyikan hubungan ini. Saat itu pas aku lagi telfonan sama DIA tiba-tiba ada temannya bertanya “ lagi ngapainko di situ?”
“menelfonka”
“sama siapa? Macemu?
“bukanlah, bisanya itu menjauhka kalau maceku menelfon”
Ha ? menjauh ? berarti DIA menjauh dong dari teman-temannya kalau lagi telfonan sama aku, kenapa ? kenapa mesti menjauh ? malu di tau kalau sudah punya pacar ? takut ketahuan kalau sudah punya pacar? Hhhmmm, mungkin dua-duanya benar, malu sama teman-temannya kalau mereka sampai tau pacarnya DIA itu ngga cantik, nggak seperti cewek-cewek yang ada di kampusnya. Takut, takut ketahuan sama teman-temannya kalau dia sudah punya pacar apa lagi untuk temannya yanga satu itu, pasti DIA takut kalau itu temannya tau, pasti temnnya akan bialang begini “bodoh banget sih loh, kayak nggak ada cewek lain aja selain cewek itu”.
Sebenarnya aku bersyukur kalau DIA nggak mau terbuka soal hubungan ini, soalnya aku juga nggak suka suatu hubungan yang terlalu di umbar-umbar, kayak apa saja !!! iyya sih aku bersyukur tapi yang bikin nggak enak itu di singgung di sosmed pun nggak pernah, sebut inisial pun nggak pernah, hhhmmm, tapi mungkin cara dia memang begitu nggak perlu di umbar di sosmed mana pun yang penting di dunia nyata kita jalani, meskipun sebenarnya aku sangat berharap, tapi nggak apa-apa, aku ngerti kalau kamu memang belum siap terbuka sama siapa pun nggak apa-apa yang jelasnya aku sekarang memilikmu.
Sebenarnya aku sanagt ingin memninta maaf sama DIA, kalau selama ini aku sering berkicau di sosmed dan mencantumkan inisialmu, bahkan terkadang menyebut nama panggilanmu, tapi aku yakin orang-orang terdekatmu pasti nggak akan ada yang curiga karena aku yakin masih banyak nama yang sama dengan namamu.
Maaf kalau aku sering up date dan mencantumkan inisialmu ataupun namamu, akau Cuma ingin semua tau kalau aku punya kamu, agar mereka nggak selalu mengangguku lagi dengan hanya sekedar bertanya “adami pacarta?” atau bilang “siapa pacarta?”, supaya mereka percaya kalau aku punya pacar, kalau aku sekarang sudah jadi milik orang lagi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar